Sabtu, 15 Februari 2020

"....jadi jangan egois"
iya, kadang kita terlalu baik dengan terus memberi makan ego, padahal ego tidak perlu dikasih makan biar saja dia hilang.

Kalimat ini menjadi pengingat banget untuk diri sendiri yang suka merasa hidup sendiri, merasa semua adalah tentang diri sendiri, padahal sejak awal saja sudah diciptakan berpasang-pasangan, pake sok mandiri dengan merasa dunia milik sendiri.

Semakin hari jadi semakin sadar, bahwa hidup tidak melulu soal diri sendiri. Bumi saja diciptakan bukan cuma untuk diri kita sendiri. Jadi, jangan jadi baik kalau dengan terus memberi makan ego yang bisa ngalahin semua rasionalitas yang ada.

Perihal Hati

Lingkungan memang benar-benar bisa mempengaruhi persepsi dan niat kita ya..
Inilah kenapa kita harus, kudu, wajib, mesti, punya lingkungan yang positif, terutama positif hatinya.
Hati adalah tempat terpancarnya semua energi. Tinggal pilih mau energi apa yang dipancarkan, kebaikan atau keburukan?
Ada organ tubuh yang kalau dia baik maka akan baik pula keseluruhan tubuhnya dan sebaliknya jika buruk, iya itu adalah hati.
Aku sering banget dapat nasihat, "hatinya dijaga.." artinya aku diminta untuk terus menjaga hati, sama kayak lagunya Raihan "Jagalah hati jangan kau nodai, jagalah hati lentera hidup ini" (kalau salah maaf ya wkwkw).

Jadi, penting untuk terus memperbaiki hati dari hari ke hari.
Kalau hati kita baik, maka apa yang akan keluar dan dirasakan orang lain, mulai dari sikap, perkataan, rawut wajah, pemikiran, hingga ke prasangka, juga akan baik dan menenangkan.

Menjaga hati dari rasa kecewa dan senang yang berlebihan bukan sebuah pilihan, tapi sebuah keharusan karena hal tersebut bisa menghalangi kita dari ridho atas ketetapan yang sudah Allah tetapkan.